Sunday, 16 January 2011

emansipasi setengah-setengah

halo stalkerku
pasti kangen ya sama gue, hahaha
ya maklumlah gw sibuk *cuih

mungkin kali ini postan gue agak sedikit berat,tapi ya masih santai seperti postan sebelumnya
hehehe

asal kalian tau gue dapet inspirasi ini pas gue lagi makan malem sama ayam goreng+sambel+timun
hahaha gue juga nggak ngerti deh, yang jelas tiba2 gue dapet inspirasi

jadi gue nge-link (ini istilah keren untuk "keingetan") ke kejadian ketika gue naik kereta api ekonomi. gue naik dari jakarta kota, saat itu gue mau ke depok. gue sama temen gue nunggu kereta di peron 11-12, berdiri. maksudnya sih begitu ada kereta dateng, gue sama temen gue bisa langsung ngambil tempat duduk. begitu kereta dateng, gue dengan semangat luar biasa ditambah dengan doa restu mama-papa (oke ini lebay) gue masuk ke kereta dan akhirnya berhasil duduk.

tidak sampai 3 menit tempat duduk udah penuh. artinya jika gue telat sedikit aja pasti gue bakal berdiri dari jakarta kota sampe depok. gue bersyukur *tsah

kereta mulai jalan. stasiun demi stasiun dilewati. pokoknya sampai stasiun tebet kereta udah penuh banget.

nah kejadiannya pun baru saja mulai

di depan gue ibu2, berdiri, sedangkan gue duduk. awalnya gue mau ngasih ibu2 itu duduk. tapi gue sama sekali ga bisa bangun, keretanya luar biasa padat. alhasil ya gue tetep duduk.

tiba2 ada suara2 "itu laki gantian dong duduknya, harusnya cewek yang duduk"
gue tersentak. gue berharap gue salah denger. tapi ada suara lagi.
"gantian napa, dasar, kasian nih kita cewek mau duduk capek"
ntah kenapa rasa kasian gue tiba2 ilang dan gue sama sekali ga mau ngasih ibu2 itu duduk.

mungkin kalian berpikir kalo gue jahat, bla bla bla dsb. ya ga apa2. semua orang boleh berpendapat toh.

tapi ada kata2 yang ga gw suka, yaitu harusnya cewek yang duduk
sekali lagi harusnya cewek yang duduk!

kenapa harus cewek yang duduk? kenapa?
kalau tidak salah ada yang namanya emansipasi wanita

jangan2 cewek itu kalau melihat laki2 sedang berada pada situasi yang lebih buruk dari sang wanita, langsung deh berteriak dengan lantang emansipasi wanita!

tapi ketika situasi wanitanya yang lebih buruk dari pria, emansipasi wanita tersebut menguap entah kemana, yang keluar malah pernyataan pernyataan "wanita itu lemah", "wanita harus dilindungi" atau semacamnya atau yang menjurus kesitu.

contohnya ya ibu2 tadi. posisi gue lebih enak dari ibu itu. jelas. ibu itu berdiri, saya duduk.
yang keluar adalah pernyataan yang menjurus ke "wanita itu lemah" yaitu "cewek harusnya duduk"

di satu kesempatan, gue yang berdiri, membawa bawaan yang cukup berat. di samping gue ada kakek2 berdiri dan di depan kakek tersebut ada wanita parlente sedang duduk, sedang sms atau ntah sedang apa. wanita tersebut jauh lebih sehat, lebih muda, dan lebih kuat dari kakek tersebut. tapi wanita tersebut cuek.

gue menduga yang ada di kepala wanita itu berupa "emansipasi wanita! yang tercepat yang boleh duduk, dan saya lebih cepat dari pria ini (kakek tua), berarti saya yang berhak duduk! hidup emansipasi!"

emansipasi yang setengah-setengah!
saya ulangi emansipasi yang setengah-setengah!
dan sepertinya wanita suka sekali dengan hal itu

hahaha maaf ya untuk kaum wanita. gue tidak membenci wanita. gue mencintai wanita. kodrat gue pun mencintai wanita. gue tidak generalisasikan bahwa semua wanita seperti itu kok. pikiran gue tidak sempit. tidak semua wanita seperti itu bukan? :)

kembali ke kereta dengan situasi gw duduk dan ibu2 berdiri
si ibu itu terus aja nyindir
gue jadi panas. dan gue ingin memberi pelajaran kepada ibu ini.

kereta udah di stasiun UP, banyak orang2 turun. posisi ibu td jadi sedikit ke belakang, dan di depan gue berganti jadi seorang kakek2 tua. gue langsung punya ide. pas di stasiun berikutnya, gue akan berdiri dan mempersilahkan kakek tersebut untuk duduk di tempat gue.

kereta sampai di stasiun berikutnya, yaitu stasiun UI. gue bersiap bangun. gue liat ibu2 itu berusaha ke tempat duduk gue. sekonyong-konyong gue bangun, jadi ibu itu kehalang badan gue, lalu gue persilahkan kakek tua tersebut untuk duduk. kakek itu pun duduk.

setelah itu gue berdesakan menuju ke dekat pintu. abis stasiun UI adalah stasiun pocin. gue harus turun. ketika sampai di pocin gue turun. gue ga sempet liat ekspresi ibu2 itu karena kereta bener2 padat. tetapi gue puas.

ya gue puas.
terlepas dari perbuatan gue itu salah atau benar, gue merasa puas.

1 comment:

Anonymous said...

Meskipun dah lama, tapi mau bilang PERBUATANMU GAK SALAH, yang wajib diutamakan duduk memang hanya ibu HAMIL (catet ya hamil), lansia, gendong bayi dan orang cacat, sisanya BUDAYA ANTRI, siapa dateng duluan dia berhak duduk.